NAMA : EKO SAPUTRO
NPM : 09.511.010
MK : PENGOLAHAN DATA TERDISTRIBUSI
DOSEN PEMBINA :
MUDRANSYAH,S.KOM,M.KOM
A. PENGERTIAN
SQL SERVER
SQL Server adalah sistem manajemen
database relasional (RDBMS) yang dirancang untuk aplikasi dengan arsitektur
client/server. Istilah client, server, dan client/server dapat digunakan untuk
merujuk kepada konsep yang sangat umum atau hal yang spesifik dari perangkat
keras atau perangkat lunak. Pada level yang sangat umum, sebuah client adalah
setiap komponen dari sebuah sistem yang meminta layanan atau sumber daya
(resource) dari komponen sistem lainnya. Sedangkan sebuah server adaah setiap
komponen sistem yang menyediakan layanan atau sumber daya ke komponen sistem
lainnya.
Sistem client/server adalah
dirancang untuk memisah layanan basisdata dari client, dengan penghubungnya
menggunakan jalur komunikasi data. Layanan basisdata diimplementasikan pada
sebuah komputer yang berdaya guna, yang memungkinkan manajeman tersentralisasi,
keamanan, dan berbagai sumber daya. Oleh karena itu, server dalam client/server
adalah basisdata dan layanannya. Aplikasi-aplikasi client diimplementasikan
pada berbagai flatform, menggunakan berbagai kakas pemrograman.
Tampilan Microsoft SQL Server 2000
SQL Server adalah server basisdata
yang secara fungsional adalah proses atau aplikasi yang menyediakan layanan
basisdata. Client berinteraksi dengan layanan basisdata melalui antar muka
komunikasi tertentu yang bertujuan untuk pengendalian dan keamanan. Client
tidak mempunya akses langsung kedata, tetapi selalu berkomunikasi dengan server
basisdata. (Marcus Teddy.2004).
SQL Server menggunakan tipe dari database yang disebut database relasional. Database relasional adalah database yang digunakan sebuah data untuk mengatur atau mengorganisasikan kedalam tabel. Tabel-tabel adalah alat bantu untuk mengatur atau mengelompokan data mengenai subyek yang sama dan mengandung informasi dan kolom dan baris. Tabel-tabel saling berhubungan dengan mesin database ketika dibutuhkan.
SQL Server mendukung beberapa tipe data yang berbeda, termasuk untuk karakter, angga, tanggal (datetime) dan uang (money), SQL Server digunakan untuk menggambarkan model dan implementasi pada database.
Keuntungan menggunakan SQL Server dapat didefinisikan menjadi dua bagian yaitu satu bagian untuk menjalankan pada server dan bagian lain untuk client.
SQL Server menggunakan tipe dari database yang disebut database relasional. Database relasional adalah database yang digunakan sebuah data untuk mengatur atau mengorganisasikan kedalam tabel. Tabel-tabel adalah alat bantu untuk mengatur atau mengelompokan data mengenai subyek yang sama dan mengandung informasi dan kolom dan baris. Tabel-tabel saling berhubungan dengan mesin database ketika dibutuhkan.
SQL Server mendukung beberapa tipe data yang berbeda, termasuk untuk karakter, angga, tanggal (datetime) dan uang (money), SQL Server digunakan untuk menggambarkan model dan implementasi pada database.
Keuntungan menggunakan SQL Server dapat didefinisikan menjadi dua bagian yaitu satu bagian untuk menjalankan pada server dan bagian lain untuk client.
Keuntungan Client
1. Mudah digunakan.
2. Mendukung berbagai perangka keras.
3. Mendukung berbagai aplikasi perangkat lunak.
4. Biasa untuk digunakan
1.4.2.2. Keuntungan Server:
1. Dapat diandalkan (Reliable).
2. Toleransi kesalahan (Fault Tolerant).
3. Konkurensi (Concurrent)
4. Performa tingggi dalam perangkat keras (High-performance Hardware).
5. Pengendalian terpusat (Centralized Control).
6. Penguncian yang canggih (Sophisticated Locking).
(Marcus Teddy.2004).
2. Mendukung berbagai perangka keras.
3. Mendukung berbagai aplikasi perangkat lunak.
4. Biasa untuk digunakan
1.4.2.2. Keuntungan Server:
1. Dapat diandalkan (Reliable).
2. Toleransi kesalahan (Fault Tolerant).
3. Konkurensi (Concurrent)
4. Performa tingggi dalam perangkat keras (High-performance Hardware).
5. Pengendalian terpusat (Centralized Control).
6. Penguncian yang canggih (Sophisticated Locking).
(Marcus Teddy.2004).
Jika
anda salah satu pengguna SQL Server, tentunya anda sudah sangat terbiasa
menggunakan tool-tool yang disediakan oleh database engine tersebut. salah satu
tool yang sangat banyak digunakan adalah Enterprise Manager. Dengan tool itu
kita bisa membuat dan memaintenance database dengan sangat mudah. Tetapi
kemudahan-kemudahan yang ditawarkan oleh microsoft kadang tidak sepenuhnya
mampu mengatasi masalah yang kita hadapi. Salah satu contoh jika kita
dihadapkan pada sebuah pertanyaan, dengan tool yang ada apakah bisa kita
memaintenance database kita kapan saja dan dari mana saja, misalkan dari warnet
atau dari rumah kita? Saya pernah mencoba enterprise manager saya remote dari
rumah saya menggunakan Virtual Private Network (VPN) dan ternyata bisa tersambung,
akan tetapi hasilnya sangat mengecewakan karena selain koneksinya yang lambat
kadang juga sering putus. Dari kasus ini kemudian saya mencoba berpikir
bagaimana caranya mencari solusinya. Akhirnya setelah baca-baca dari beberapa
tutorial akhirnya saya tertarik dengan SQL-DMO untuk memecahkan problem
tersebut. Dikarenakan aplikasi tersebut harus bisa online maka untuk
prgrammingnya saya pilih ASP.
Apakah
SQL-DMO itu?
SQL-DMO
itu sendiri merupakan kepanjangan dari SQL-Distributed Management Objects.
SQL-DMO adalah Application Programming Interface(API) yang berfungsi sebagai
sarana komunikasi antara instances SQL server dengan program interface, bahkan
enterprise manager itu sendiri menggunakan SQL-DMO untuk koneksi ke instance
SQL server. Jadi jika kita menggunakan SQL-DMO maka kita bisa membuat aplikasi
yang mempunyai performa sama dengan enterprise manager.
SQL-DMO
diimplementasikan dalam sebuah file Dynamic Link Library (DLL), yang diberi
nama file sqldmo.dll. File ini sudah menjadi satu package dengan installer SQL
server, jadi jika anda menginstall SQL server maka secara otomatis SQL-DMO juga
akan ikut ter-install pada komputer tersebut.
Develop Aplikasi SQL-DMO
Untuk
mendevelop aplikasi SQL-DMO langkah pertama yang harus kita siapkan adalah
memanggil instance SQL-DMO tersebut. Bagi anda yang sudah terbiasa menggunakan
object, tentunya sudah tidak asing lagi dengan cara mendeklarasikan instance
sebuah object. Berikut ini contoh deklarasi instance SQL-DMO.
Dim mSqlServer
Set mSqlServer =
Server.CreateObject("SQLDMO.SQLServer")
Setelah
proses pendeklarasian tersebut selesai kita lakukan, maka langkah kedua adalah
membuat code untuk login ke SQL Server. Contoh codenya bisa anda lihat seperti
dibawah ini :
Function Connect()
If Session("ServerName") <> "" AND Session("UserName") <> "" Then GetSession
If mServerName = "" AND mUserName = "" Then Response.Redirect "Login.asp"
Set mSqlServer = Server.CreateObject("SQLDMO.SQLServer")
mSqlServer.LoginSecure = False
if mUserPswd <> "" Then
mSqlServer.Connect mServerName, mUserName, mUserPswd
else
mSqlServer.Connect mServerName, mUserName
end if
If mSqlServer.Status = 1 then
Connect = True
Else
Connect = False
Set mSqlServer = Nothing
End If
End Function
If Session("ServerName") <> "" AND Session("UserName") <> "" Then GetSession
If mServerName = "" AND mUserName = "" Then Response.Redirect "Login.asp"
Set mSqlServer = Server.CreateObject("SQLDMO.SQLServer")
mSqlServer.LoginSecure = False
if mUserPswd <> "" Then
mSqlServer.Connect mServerName, mUserName, mUserPswd
else
mSqlServer.Connect mServerName, mUserName
end if
If mSqlServer.Status = 1 then
Connect = True
Else
Connect = False
Set mSqlServer = Nothing
End If
End Function
Setelah
aplikasi kita terkoneksi dengan SQL Server, maka kita bebas menggunakan
object-object yang ada dalam SQL server. Berikut ini contoh untuk mengambil
object database yang ada dalam SQL Server :
Property Get Database()
If Connect Then
Set Database = Server.CreateObject("SQLDMO.Database")
mStatus = True
Else
mStatus = False
End If
End Property
If Connect Then
Set Database = Server.CreateObject("SQLDMO.Database")
mStatus = True
Else
mStatus = False
End If
End Property
Untuk
mengambil object yang lain syntxnya juga hampir sama dengan cara mengambil
object database. Anda tinggal mengganti nama objectnya saja. Contoh jika anda
ingin mengambil table nama anda cukup merubah statement createobject menjadi
seperti ini Set Table =
Server.CreateObject("SQLDMO.TABLE"). Dengan cara yang
sama, anda bisa juga mengambil object-object yang lain seperti View, Stored
Procedure, Trigger, User Defined Function dan lain sebagainya.
Selanjutnya
setelah kita berhasil memanggil object-object di SQL server, tentunya kita
harus bisa menampilkan isi dari object-object tersebut. Berikut ini contoh
menampilkan daftar database yang ada di SQL sever:
Dim Obj, SQLDB
Set Obj = New DMO
Set SQLDB = Obj.Database
for each SQLDB in
Obj.SQLServer.Databases
If Not SQLDB.SystemObject Then
If Not SQLDB.SystemObject Then
Response.Write SQLDB.Name
End if
Next
Runing
Application
Dikarenakan
aplikasi ini berbasis web, maka untuk menjalankan aplikasi ini kita harus
men-setting IIS (Internet Information Service) jika anda menggunakan Win NT,
XP, 2000 atau PWS (Personal Web Service) jika anda menggunakan windows 9x.
Setelah proses settingnya selesai maka aplikasi ini bisa anda jalankan di
browse anda. Jika anda sukses mencapai tahap ini, saya ucapkan selamat buat
anda, karena anda sudah bisa mengkases SQL server anda dari mana saja selama
server anda terkoneksi dengan internet.
B.
PENGERTIAN MYSQL
MySQL
adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris:
database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan
sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia
sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL),
tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana
penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.
Relational Database Management System (RDBMS)
MySQL
adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang didistribusikan secara
gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Dimana setiap orang bebas
untuk menggunakan MySQL, namun tidak boleh dijadikan produk turunan yang
bersifat komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama
dalam database sejak lama, yaitu SQL (Structured Query Language). SQL adalah
sebuah konsep pengoperasian database, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan
pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah
secara otomatis. Keandalan suatu sistem database (DBMS) dapat diketahui dari
cara kerja optimizer-nya dalam melakukan proses perintah-perintah SQL, yang
dibuat oleh user maupun program-program aplikasinya. Sebagai database server,
MySQL dapat dikatakan lebih unggul dibandingkan database server lainnya dalam
query data. Hal ini terbukti untuk query yang dilakukan oleh single user,
kecepatan query MySQL bisa sepuluh kali lebih cepat dari PostgreSQL dan lima
kali lebih cepat dibandingkan Interbase.
Keistimewaan MySQL
MySQL
memiliki beberapa keistimewaan, antara lain :
- Portabilitas. MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.
- Open Source.MySQL didistribusikan secara open source, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara cuma-cuma.
- ‘Multiuser’. MySQL dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.
- ‘Performance tuning’. MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.
- Jenis Kolom. MySQL memiliki tipe kolom yang sangat kompleks, seperti signed / unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.
- Perintah dan Fungsi. MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah Select dan Where dalam perintah (query).
- Keamanan. MySQL memiliki beberapa lapisan sekuritas seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta sandi terenkripsi.
- Skalabilitas dan Pembatasan. MySQL mampu menangani basis data dalam skala besar, dengan jumlah rekaman (records) lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.
- Konektivitas. MySQL dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan protokol TCP/IP, Unix soket (UNIX), atau Named Pipes (NT).
- Lokalisasi. MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada klien dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. Meski pun demikian, bahasa Indonesia belum termasuk di dalamnya.
- Antar Muka. MySQL memiliki interface (antar muka) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming Interface).
- Klien dan Peralatan. MySQL dilengkapi dengan berbagai peralatan (tool)yang dapat digunakan untuk administrasi basis data, dan pada setiap peralatan yang ada disertakan petunjuk online.
- Struktur tabel. MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan basis data lainnya semacam PostgreSQL ataupun Oracle.
MySQL
Ketika
aplikasi yang dibuat membutuhkan informasi yang cukup banyak dan kompleks, maka
perlu adanya suatu tempat untuk menyimpan berbagai informasi atau data yang
dibutuhkan dengan terstruktur yang sering disebut dengan database. Penggunaan database dimaksudkan agar
informasi yang ditampilkan dapat lebih fleksibel.
Data terbaru dapat diakses oleh pengunjung dan terdokumentasi dengan baik.
MySQL
adalah salah satu jenis database
server yang banyak digunakan dan sangat terkenal. Kepopulerannya
disebabkan MySQL menggunakan SQL sebagai bahasa dasar untuk mengakses database yang terbagi
menjadi tiga bagian, yaitu DDL, DML dan DCL. Selain itu, MySQL bersifat free (tidak perlu membayar
untuk menggunakannya).
DDL
DDL
(Data Definition Language)
merupakan kelompok perintah yang berfungsi untuk mendefinisikan atribut-atribut
database, tabel,
atribut (kolom), batasan-batasan terhadap suatu atribut, serta hubungan antar
tabel. Perintah yang termasuk dalam kelompok DDL adalah:
1.
CREATE, untuk membuat tabel. Contoh: CREATE TABLE siswa (no_siswa INTEGER, nama
CHAR(15));
2.
ALTER, untuk mengubah struktur tabel. Contoh: ALTER TABLE siswa ADD kelamin
CHAR(1);
3.
DROP, untuk menghapus tabel. Contoh: DROP TABLE siswa;
DML
DML
(Data Manipulation Language)
adalah kelompok perintah yang berfungsi untuk memanipulasi data dalam database, misalnya untuk
pengambilan, penyisipan, pengubahan, dan penghapusan data. Perintah yang masuk
kategori DML adalah:
1.
SELECT, untuk memilih data. Contoh: SELECT * FROM siswa;
2.
INSERT, untuk menambah data. Contoh: INSERT INTO siswa VALUES (‘1’,’hakim’);
3.
DELETE, untuk menghapus data. Contoh: DELETE FROM siswa WHERE nama = ‘hakim’;
4.
UPDATE, untuk mengubah data. Contoh: UPDATE siswa SET nama=’hakim’ WHERE
no_siswa=‘1’;
DCL
DCL
(Data Control Language)
berisi perintah-perintah untuk mengendailkan pengaksesan data. Pengendalian
dapat dilakukan berdasarkan perpengguna, per-tabel, per-kolom maupun
per-operasi yang boleh dilakukan. Perintah-perintah yang termasuk dalam DCL
adalah:
1.
GRANT, untuk memberikan kendali pengaksesan data. Contoh: GRANT SELECT siswa TO
hakim;
2.
REVOKE, untuk mencabut kemampuan pengaksesan data. Contoh: REVOKE SELECT ON
siswa FROM hakim;
3.
LOCK TABLE, untuk mengunci tabel. Contoh: LOCK TABLE siswa;
PHP
Salah
satu server side scripting (berjalan
pada sisi server) yang
populer saat ini adalah PHP. Selain dapat digunakan untuk berbagai sistem
operasi, koneksi database yang
sangat mudah, dan gratis menyebabkan PHP banyak digunakan.
Konsep Kerja PHP
Konsep
kerja PHP diawali dengan permintaan suatu halaman web (file.php)
oleh browser atau
klien. Kemudian berdasarkan alamat di Internet (URL), browser mendapatkan alamat
dari web server,
yang akan mengidentifikasi halaman yang diminta, dan menyampaikan segala
informasi yang dibutuhkan oleh web
server.
Selanjutnya,
ketika file PHP
yang diminta didapatkan oleh web
server, isinya segera dikirimkan ke mesin PHP untuk diproses dan
memberikan hasilnya (berupa kode HTML) ke web
server, lalu menyampaikannya ke klien.
Mengenal Skrip PHP
Suatu
skrip akan dikenali sebagai skrip PHP bila diapit oleh salah satu
tanda
di bawah ini:
1.
<?php . . . .?>
2.
<?. . . . . . .?>
3.
<script language=”PHP”>. . .</script>
Contoh
penggunaannya:
<?
echo
(”Hallo PHP, Aku akan menaklukanmu !! ”);
?>
Dan
biasanya, suatu skrip yang baik disertai dengan komentar. Komentar
merupakan
penjelasan-penjelasan yang menerangkan maksud dari suatu skrip agar skrip
tersebut dapat dipahami dengan mudah dan juga berguna bagi programer
lain
untuk memahami skrip yang dibuat.
PHP
menyediakan beberapa tanda dalam menuliskan komentar, yaitu:
1.
// : Komentar gaya bahasa C ++. Syaratnya harus berada pada satu baris.
2.
/* … */ : Komentar gaya bahasa C, biasanya digunakan untuk memberi
keterangan
atau komentar yang panjang atau melebihi satu baris.
3. #
: Komentar gaya shell. Syaratnya sama seperti tanda //.
Contoh
penggunaannya:
<?
//
echo adalah perintah untuk menampilkan sesuatu di layar
echo
(“Hallo PHP, Aku akan menaklukanmu !!”);
echo(“<BR>”);
/*
Tag
<BR> merupakan tag HTML yang berfungsi untuk berpindah baris. Fungsi date
berfungsi untuk menampilkan informasi berupa tanggal(d=date), bulan(M=Month)
dan tahun (Y=Year)
*/
echo
(“Sekarang Tanggal: “);
echo
date (“d M Y”);
?>
Dan
seperti halnya bahasa pemrograman lainnya, PHP juga mengenal variabel, kalimat
bersyarat, perulangan, operator, array, dan fungsi. Disamping itu, karena PHP
merupakan skrip yang berjalan di server,
maka ditambahkan kemampuan untuk mengolah proses di server seperti melakukan
koneksi ke database,
membaca sistem di server dan
client,
manajemen session,
cookies,
penanganan form,
penanganan file,
enkripsi, dan lain-lain. Untuk mempelajari PHP lebih lanjut, bacalah manualnya
atau buku-buku yang banyak tersedia di pasaran.
Integrasi PHP dengan MySQL
Salah
satu kelebihan unggulan dari PHP adalah mampu berkomunikasi dengan berbagai database terkenal, seperti
dBASE, Informix, Interbase, Access, MSQL, MySQL, Oracle, PostgreSQL, Sybase,
dan masih banyak lagi. Dengan demikian, untuk menampilkan data yang bersifat
dinamis (yang diambil dari database),
merupakan hal yang mudah untuk diimplementasikan. Itulah sebabnya sering
dikatakan bahwa PHP sangat cocok untuk membangun halaman-halaman dinamis, baik
di lingkungan web maupun
WAP.
PHP
sudah menyediakan fungsi-fungsi bawaan (built-in)
untuk mengakses database dan
menampilkan data-data yang terdapat didalamnya. Selain itu, PHP juga bisa
memasukkan perintah-perintah SQL untuk pengolahan database lebih lanjut, seperti untuk
menambah, menghapus, mencari dan mengedit data yang terdapat di database. Untuk
mengintegrasikan PHP dengan database
di server MySQL,
dibutuhkan dua fungsi utama, yaitu:
1. Fungsi mysql_connect ($hostname, $username,
$password);
Untk
koneksi ke server MySQL
dengan alamat $hostname, login
$username, dan password $password. Jika parameter nama hostname tidak
dideklarasikan, otomatis akan berisi localhost.
Koneksi ke database akan
secara otomatis terputus pada saat skrip program selesai dieksekusi seluruhnya,
kecuali diberikan fungsi mysql_close( ). Fungsi mysql_connect( ) akan
menghasilkan nilai true,
jika koneksi berhasil dilakukan dan nilai false
jika koneksi gagal.
2. Fungsi mysql_select_db ($nama_database);
Untuk
menghubungkan database yang
bernama $nama_database;
Membuat
dan Menampilkan Database
Setelah
koneksi ke database berhasil,
maka langkah selanjutnya adalah membuat database.
Untuk membuat sebuah database,
gunakan fungsi mysql_create_db( ), misalnya membuat database dengan nama ‘hotel’:
$data=mysql_create_db(”hotel”); Setelah membuat database, selanjutnya adalah cara untuk
mengambil data yang ada di dalam database
(MySQL) agar dapat ditampilkan dan dilihat oleh user, caranya adalah
dengan menggunakan fungsi-fungsi seperti mysql_fetch_array( ), mysql_fetch_row(
), mysql_num_rows( ), dan lain-lain, tergantung pada format tampilan (output) yang diinginkan.
Kelebihan My SQL
-
Dapat bekerja di beberapa platform yang berbeda, seperti LINUX, Windows, MacOS
dll.
-
Dapat dikoneksikan pada bahasa C, C++, Java, Perl, PHP dan Python.
-
Memiliki lebih banyak type data seperti : signed/unsigned integer yang
memiliki panjang data sebesar 1,2,3,4 dan 8 byte, FLOAT, DOUBLE, CHAR, VARCHAR,
TEXT, BLOB, DATE, TIME, DATETIME, TIMESTAMP, YEAR, SET dan tipe ENUM.
-
Mendukung penuh terhadap kalimat SQL GROUP BY dan ORDER BY. Mendukung
terhadap fungsi penuh ( COUNT ( ),COUNT (DISTINCT), AVG ( ), STD ( ), SUM ( ),
MAX ( ) AND MIN ( ) ).
-
Mendukung terhadap LEFT OUTHER JOIN dengan ANSI SQL dan sintak ODBC.
-
Mendukung ODBC for Windows 95 (dengan source program). Semua fungsi ODBC
2.5 dan sebagainya. Sebagai contoh kita dapat menggunakan Access untuk connect
ke MySQL server.
-
Menggunakn GNU automake, autoconf, dan LIBTOOL untuk portabilitas.
-
Kita dapat menggabungkan beberapa table dari database yang berbeda dalam
query yang sama.
-
Ditulis dengan menggunakan bahasa C dan C++. Diuji oleh compiler yang
sangat jauh berbeda.
Privilege
(hak) dan password sangat fleksibel dan aman serta mengujinkan ‘Host-Based’
Verifikasi.
Kekurangan My SQL
- Untuk koneksi ke bahasa pemrograman visual seperti vb, delphi, dan foxpro, mysql kurang support, karena koneksi ini menyebabkan field yang dibaca harus sesuai dengan koneksi dari program visual tersebut, dan ini yang menyebabkan mysql jarang dipakai dalam program visual.
- Data yang ditangani belum begitu besar
ORACLE
Kelebihan Oracle
Database terutama dalam hal performance :
- Multiplatform tidak seperti sql server yang hanya bisa berjalan pada platform windows
- Ketika kita mengakses database dan kemudian ada kejadian seperti listrik mati misalnya maka data yang sudah kita simpan tidak rusak/hilang.
- Database Clusters, dengan menggunakan teknologi Real Application Clusters (RAC). Salah satu fungsi dari RAC adalah memberikan perlindungan terhadap kelangsungan data dalam perusahaan sehingga apabila terjadi crash pada salah satu server database, maka tidak akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Hal ini disebabkan karena teknologi RAC memungkinkan untuk membuat beberapa database server menjadi seolah-olah satu database server, sehingga apabila ada database server yang down, kinerja database server tersebut akan di-take over oleh server-server yang lain.
- Row-Level Locking, fitur ini dapat melakukan lock tidak hanya pada table-level saja, akan tetapi dimungkinkan untuk melakukan lock lebih jauh lagi sampai pada row-level. Sehingga user-user dapat melakukan akses data dalam suatu tabel secara bersamaan, lebih cepat dan lebih akurat.
- Data Partitioning, Oracle memungkinkan kita untuk melakukan partisi ke suatu tabel maupun indeks. Hal ini akan dapat meningkatkan kemampuan kita untuk dalam melakukan manajemen data.
- Oracle OLAP (Integrated Online Analytical Processing), Oracle memiliki fungsi OLAP (yang sebelumnya hanya dapat kita temui pada OLAP database) yang terintegrasi dengan baik ke dalam relational database, sehingga kita tidak memerlukan database lain selain Oracle itu sendiri.
- Oracle Data Mining & Data Warehousing, fitur ini memberikan kemudahan bagi perusahaan yang ingin men-develop aplikasi Business Intellegent yang bertujuan untuk membantu eksekutif perusahaan dalam menentuksan strategi perusahaan berdasarkan analisis data yang di-generate oleh Oracle Data Mining.
- Virtual Private Database, fitur ini memberikan dan meningkatkan fleksibilitas jaminan security sampai pada row-level security. Hal ini akan membuat aplikasi kita menjadi semakin aman sewaktu kita melakukan transaksi melalui Internet
- Intelegent Self-Managing, untuk para DBA, fitur ini akan membuat proses database tuning dan database manajemen menjadi lebih mudah.
- Flashback Query, fitur ini memungkinkan kita untuk melihat status data kita mundur beberapa waktu (flash back) sampai batas yang kita tentukan, sehingga apabila terjadi kesalahaan data pada waktu yang lalu, maka kita dapat melakukan koreksi tanpa harus melakukan database recovery
Kekurangan Oracle Database :
1. Sangat Mahal, salah satu penyebab oracle
db jarang dipakao di perusahaan menengah ke bawah.
- Butuh seorang DBA yang handal.
- Tingkat kekompleksitasan yang tinggi.
Microsoft SQL (MS-SQL)
Kelebihan :
- Cocok untuk perusahaan dengan skala kecil, menengah, dan besar sehingga mampu untuk mengolah data dengan jumlah yang besar.
- Memiliki kemampuan untuk management user dan tiap user bisa diatur hak akses terhadap suatu database oleh database administrator.
- Untuk diterapkan pada pembangunan suatu program aplikasi, akan mudah dalam melakukan koneksi dengan computer client yang pembangunan aplikasinya menggunakan software yang sama platform dengan MS-SQL, misalnya Microsoft Visual Basic.
- Memiliki tingkat pengamanan / security data yang baik.
- Memiliki kemampuan untuk back-up data, rollback data, dan recovery data.
- Memiliki kemampuan untuk membuat database mirroring dan clustering.
Kekurangan :
- Hanya dapat diimpelementasikan pada 1 unit server, jika terdapat tambahan server maka hanya akan berfungsi sebagai pasif / standby server (tidak memiliki kemampuan Technology Cluster Server seperti halnya pada DMBS Oracle).
- Hanya bisa berjalan pada satu platform system operasi yaitu Microsoft Windows.
- Merupakan software berlisensi dan berharga mahal untuk perusahaan skala kecil dan menengah.
pengembangan mysql
·
MySQL
dikembangkan oleh sebuah perusahaan Swedia bernama MySQL AB, yang kala itu
bernama TcX DataKonsult AB, sejak sekitar 1994–1995, meski cikal bakal kodenya
bisa disebut sudah ada sejak 1979. Tujuan mula-mula TcX membuat MySQL pada
waktu itu juga memang untuk mengembangkan aplikasi Web untuk klien—TcX adalah
perusahaan pengembang software dan konsultan database. Kala itu Michael
Widenius, atau “Monty”, pengembang satu-satunya di TcX, memiliki aplikasi
UNIREG dan rutin ISAM yang dibuat sendiri dan sedang mencari antarmuka SQL
untuk ditempelkan di atasnya. Mula-mula TcX memakai mSQL, atau “mini SQL” (akan
kita kunjungi nanti). Barangkali mSQL adalah satu-satunya kode database open
source yang tersedia dan cukup sederhana saat itu, meskipun sudah ada Postgres
(juga akan dibahas sesaat lagi). Namun ternyata, menurut Monty, mSQL tidaklah
cukup cepat maupun fleksibel. Versi pertama mSQL bahkan tidak memiliki indeks.
Setelah mencoba menghubungi David Hughes—pembuat mSQL—dan ternyata mengetahui
bahwa David tengah sibuk mengembangkan versi dua, maka keputusan yang diambil
Monty yaitu membuat sendiri mesin SQL yang antarmukanya mirip dengan mSQL tapi
memiliki kemampuan yang lebih sesuai kebutuhan. Lahirlah MySQL.
·
Nama
MySQL (baca: mai és kju él) tidak jelas diambil dari mana. Ada yang
bilang ini diambil dari huruf pertama dan terakhir nama panggilan Michael
Widenius, Monty. Ada lagi yang bilang kata My diambil dari nama putri
Monty, yang memang diberi nama My—karena Monty memang aslinya seorang
Finlandia. Tapi sebetulnya kalau source code MySQL dilirik, prefiks my memang
sudah terbubuhi di mana-mana—prefiks ini sering menjadi prefiks umum kalau
seseorang membuat kode kustom tersendiri untuk sesuatu. Kalau Anda betul-betul
penasaran mana yang benar, mungkin bisa bertanya langsung kepada Monty.
·
MySQL
versi 1.0 dirilis Mei 1996 secara terbatas kepada empat orang. Baru di bulan
Oktober versi 3.11.0 dilepas ke publik. Namun mula-mula kode ini tidak
diberikan di bawah lisensi General Public License, melainkan lisensi khusus
yang intinya kurang lebih begini: “Source code MySQL dapat dilihat dan gratis,
serta server MySQL dapat dipakai tanpa biaya tapi hanya untuk kebutuhan
nonkomersial. Untuk kebutuhan komersial (mis: mengemas dan menjual MySQL, atau
menyertakan MySQL dalam program komersial lain) Anda harus bayar lisensi.”
Sementara distribusi Windows MySQL sendiri dirilis secara shareware. Barulah
pada Juni 2000 MySQL AB mengumumkan bahwa sejak versi 3.23.19, MySQL adalah
software bebas berlisensi GPL. Artinya, “Source code MySQL dapat dilihat dan
gratis, serta server MySQL dapat dipakai tanpa biaya untuk kebutuhan apa pun.
Tapi jika Anda memodifikasi source code, Anda juga harus melepasnya di bawah
lisensi yang sama, yaitu GPL.” Kini perusahaan MySQL AB, yang beranggotakan
sekitar 10 programer dan 10 karyawan lain itu, memperoleh pemasukan terutama
dari jasa konsultasi seputar MySQL.
·
Versi
publik pertama, yang hanya berjalan di Linux dan Solaris serta sebagian besar masih
belum terdokumentasi itu, dengan berangsur-angsur diperbaiki dan ditambah fitur
demi fiturnya—tapi tetap dengan fokus utama pengembangan pada kelangsingan dan
kecepatan. Artinya, fitur yang menyebabkan MySQL menjadi lambat tidaklah
ditambahkan, atau ditunda dulu, atau ditambahkan tapi menjadi fitur yang
opsional.
·
Versi
awal MySQL ini, meski sudah bisa dipakai untuk aplikasi Web sederhana, belumlah
memadai sama sekali untuk aplikasi bisnis. Contohnya, JOIN sederhana sudah ada,
tapi tidak ada HAVING—baru di bulan Desember ditambahkan. Sudah ada tipe data
TIMESTAMP dan kolom autoupdate, tapi tidak ada system-generated number
(sequence)—baru di akhir 1996 juga ditambahkan modifier kolom AUTO_INCREMENT.
Sudah ada LIMIT tapi GROUP BY dan ORDER BY memiliki keterbatasan. Dan
seterusnya.
·
Barulah
di versi-versi akhir 3.22—sepanjang 1998–1999—MySQL menjadi semakin popular dan
dilirik orang. Stabilitasnya sudah baik. Kecepatannya meningkat. Sudah tersedia
di berbagai platform, termasuk Windows. Seri 3.22 ini banyak dipakai di
berbagai instalasi, mungkin hingga sekarang, sehingga MySQL AB tetap memberikan
dukungan technical support untuk seri ini.
Apa Sih MySql itu
??
- MySQL adalah
sebuah system manajemen database. Database adalah sekumpulan data yang
terstruktur. Data-data itu dapat suatu daftar belanja yang sangat sederhana
sampai ke galeri lukisan atau banyaknya jumlah informasi pada jaringan
perusahaan. Untuk menambah, mengakses dan memproses data yang tersimpan pada
database komputer, kita membutuhkan manajemen database seperti MySQL.
·
- MySQL
adalah sebuah system manajemen database yang saling berhubungan. Sebuah
hubungan databse dari data yang tersimpan pada table yang terpisah daripada
menyimpan semua data pada ruang yang sangat besar. Hal ini menambah kecepatan
dan fleksibilitas. Table-tabel tersebut dihubungkan oleh hubungan yang sudah
didefinisikan mengakibatkan akan memungkinkan untuk mengkombinasikan data dari
beberapa table sesuai dengan keperluan.
·
- MySQL
adalah ‘Open Source Software’. ‘Open Source’ maksudnya program tersebut
memungkinkan untuk dipakai dan dimodifikasi oleh siapa saja. Semua orang bisa
mendownload MySQL dari Internet dan memakainya tanpa membayar sepeser pun.
Seseorang dapat mempelajari ‘ Source Code ‘ dan dapat mengubahnya sesuai dengan
kebutuhan mereka. MySQL menggunakan GPL (GNU General Public License).
Mengapa Menggunakan MySQL ?
Mengapa Menggunakan MySQL ?
·
·
MySQL merupakan database yang sangat cepat, dapat
diandalkan dan mudah untuk digunakan. Jika hal itu yang anda cari maka anda
harus mencobanya. Selain itu, source programnya pun dapat anda dapatkan secara
gratis dan syntax-syntaxnya mudah untuk dipahami dan tidak rumit serta
pengaksesan database dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.
·
·
Kelebihan – kelebihan MySQL
·
Selain karena Open Source program, MySQL juga memiliki
kelebihan-kelebihan yang tak kalah bagusnya dengan Database Server lainnya,
seperti SQL server, Sybase bahkan Oracle. Kelebihan-kelebihan itu antara lain :
·
=>
Dapat bekerja di beberapa platform yang berbeda, seperti
LINUX, Windows, MacOS dll.
·
=>
Dapat
dikoneksikan pada bahasa C, C++, Java, Perl, PHP dan Python.
·
=>
Memiliki lebih
banyak type data seperti : signed/unsigned integer yang memiliki panjang data
sebesar 1,2,3,4 dan 8 byte, FLOAT, DOUBLE, CHAR, VARCHAR, TEXT, BLOB, DATE,
TIME, DATETIME, TIMESTAMP, YEAR, SET dan tipe ENUM.
·
=>
Mendukung penuh
terhadap kalimat SQL GROUP BY dan ORDER BY. Mendukung terhadap fungsi penuh (
COUNT ( ),COUNT (DISTINCT), AVG ( ), STD ( ), SUM ( ), MAX ( ) AND MIN ( ) ).
·
=>
Mendukung
terhadap LEFT OUTHER JOIN dengan ANSI SQL dan sintak ODBC.
·
=>
Mendukung ODBC
for Windows 95 (dengan source program). Semua fungsi ODBC 2.5 dan sebagainya.
Sebagai contoh kita dapat menggunakan Access untuk connect ke MySQL server.
·
=>
Menggunakn GNU
automake, autoconf, dan LIBTOOL untuk portabilitas.
·
=>
Kita dapat
menggabungkan beberapa table dari database yang berbeda dalam query yang sama.
·
=>
Ditulis dengan
menggunakan bahasa C dan C++. Diuji oleh compiler yang sangat jauh berbeda.
·
=>
Privilege (hak)
dan password sangat fleksibel dan aman serta mengujinkan ‘Host-Based’
Verifikasi.
Refrensi :
Read more: Definisi dan Sejarah MySQL http://www.blogofnurjaya.com/2010/01/definisi-dan-sejarah-mysql.html#ixzz2CCtiXzU4
Tidak ada komentar:
Posting Komentar